Klu inget jaman aq kecil dulu ...( ih ada beruang narsis nyang lg nyanyi laguna krakatau band "sekitar Qt)berisiiiiik!!! lanjutin lagi dah... aq kecil tu ya sekitar kelas 1 hingga klas 4 sd lah... Waktu itu aq hobi banget maen ke sawah ma sungai...tu sungai namanya kali mbrangkong.. terletak sekitar 1 km dari rumahQ... disitu aq ma teman teman kecilQ hobi bgt berenang ma cari ikan... biasana dulu klu habis pulang dr sungai pasti kena marah ibu (takut terbawa arus klu ada banjir,katanya)... klu sawah ni namanya semonggang, di sawah tu aq paling suka nyuri pisang... tau ga pisang apa nyang ku curi... pisang klutuk... ( enak be ora di colong ya? nggragas banget ndisik^_^)... meski tu pisang ga enak dimakan tapi ada kepuasan tersendiri bisa mencuri tanpa diketahui nyang puna ( pdhal nyang punya sawah tu bpakQ he he ^_^) di semonggang selain banyak banget gedang klutuk, di tempat yang aga berbukit dan ada pohon nangkana gede banget tu juga ada segerombolan pohon perdu berdaun kecil kecil, bunganya warna pitih dengan banyak putik N buahnya merah kaya strawberry... rasana manis banget klu dah mateng... orang desaQ biasa menyebutna ucen-ucen ( mungkin nie sejenis strawberry hutan kali... aq juga ga tau) tapi sayang tu buah sekarang dah ga ada... pas aq pulang dulu ke parakan N main ke semonggang tu pohon dah tak ku dapatkan disana... padahal dulu banyak bgt lho... Kenapa dulu aq ga budidayakan dulu yaaa??? biar ga punah N sekarang aq bisa makan tu buah lagi... seandainya ada orang nyang bisa bawain aq ucen-ucen... he he mimpi kali yeeee????
Penelitian menunjukkan, umumnya suami berselingkuh bukan semata-mata karena bosan pada pasangan. Mau tahu apa saja hal-hal potensial yang menyebabkan pasangan berselingkuh?
1. SALING CUEK Konsep "menerima apa adanya" adalah mitos. Perkawinan masih terbilang sehat bila masing-masing pasangan rela dikritik. Jangan punya pikiran untuk membiarkan pasangan bebas melakukan apa saja kesenangannya.
Misalnya, sang istri seharian ''kelinteran'' di ruang duduk dan nonton teve dengan jubah kamar mandi. Yang bijaksana, tanyakan mengapa dia bersikap seperti itu. Jangan-jangan dia sedang depresi, kurang enak badan, atau kelewat malas. Kalau Anda hanya diam saja, sang istri bisa merasa tidak dipedulikan lagi.
2. SALING ''MEMAKAN'' MINAT DAN HOBI Perkawinan tidak harus "menyatukan" semua minat, hobi, dan kawan. Kalau suami dan istri melakukan hampir segala hal bersama-sama, berarti ada yang salah. Artinya, kalau suami suka main golf, biar ia melakukan itu. Jangan "memakan" hobinya dan mengubahnya harus menjadi senang main tenis hanya karena Anda senang main tenis.
Ingat, "memberangus" ruang pribadinya akan memantik kebencian pada pasangan! Artinya, terlalu masuk dalam kehidupan pasangan dan ingin tahu kegiatannya sampai ke detail-detailnya, akan membuat pasangan merasa terintimidasi.
3. MELEBURKAN DIRI DEMI SUAMI Ada cerita klasik tentang orang bernama Bernard, ahli bedah jantung, dan istrinya, Stacy. Stacy mengabdikan total hidupnya untuk Bernard. Ia mendorong suaminya masuk sekolah kedokteran. Dia menjadi ibu rumah tangga, masak, dan mengurus anak-anak.
Ia juga tak pernah lupa melengkapi minuman suaminya dengan es batu berbentuk hati. Namun, toh, Bernard akhirnya kabur juga dengan perempuan lain, seorang fotografer nyentrik yang usianya dua tahun lebih tua darinya. Mereka bertemu saat rebutan taksi.
Mengapa Bernard justru takluk pada fotografer itu? Jawabannya, karena ia lebih menarik. "Pengabdian total terasa membosankan, kata ahli, "karena sama saja seperti menyewa pembantu dan tukang masak."
Berbeda sekali nilai antara memotivasi suami dan melayani suami. Kegagalan meningkatkan kemampuan diri, membuat Stacy kehilangan Bernard. "Jadi, penting bagi Anda untuk tetap memiliki kehidupan sendiri. Maka, sebaiknya, seorang istri memiliki posisi tawar. Tunjukkan kemampuan mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Dengan begitu, pasangan Anda akan bersikap hati-hati dengan Anda."
4. PUSAT PERHATIAN HANYA PADA ANAK Seorang ibu seringkali tergoda untuk menganggap anak adalah segala-galanya. Jangan! Mengurus anak, mengantarnya latihan sepak bola, menari, dan antar-jemput pesta, menjadi ancaman bagi keintiman suami-istri.
"Meski punya balita sekali pun, pasangan harus punya waktu untuk berduaan." Berjanjilah Anda hanya akan membicarkan soal anak setelah berbagi cerita urusan orang dewasa. Jangan bicarakan tentang anak-anak di tempat tidur.
5. TAK PUNYA TOPIK MENARIK Pasangan akan merasa bosan bila "kata sambutan" kita padanya berisi keluhan-keluhan tentang masalah rumah tangga, kegiatan "ecek-ecek", dan ditutup dengan pertanyaan basa basi, "Bagaimana di kantor tadi?" Kalau percakapan Anda dengan pasangan seperti ini, berarti Anda kehilangan cara berkomunikasi yang baik antara suami-istri.
Q ikut-ikutan nulis blogg ni just pengen ungkapin kata kata nyang mungkin ga bisa Q ungkapkan...
Kadang dipendam sendiri bikin sakit... cerita ma teman,mungkin ia bosan... jadi klu ditulis kan pikiran tenang dan nyang pasti tidak membebani orang lain... ya gak??? ^_^